Si Jalang Dari Ujung Selatan

Sebuih Ombak Bahrul Ma’ani

Siapakah Ibn Shomad? Sebenernya ndak penting-penting amat menjawab siapa itu ‘siapa’. Karena di dunia yang sudah terlalu berlomba-lomba dengan pamer wajah dan gelar, Ibn Shomad hanyalah seorang musafir yang kebetulan sedang berteduh di bawah rindangnya pohon kebodohan dan ketertutupan.


Lalu Mengapa “Maktabah Al-Hamdaniyyah”?

Dunia sekarang ini kan lucu. Banyak orang punya mulut tapi lupa punya telinga. Banyak orang punya jempol tapi lupa punya akal. Maktabah ini didirikan bukan untuk gagah-gagahan supaya dianggap intelek, bukan.

Maktabah ini hanyalah sebuah gubuk kecil. Tempat saya mencatat setitik buah atas apa yang terlintas dibenak samudra akal ilahi (Al-‘Alim), Dalam setiap baris kalimat yang saya susun, saya selalu teringat bahwa sekurang-kurangnya, mereka yang bergelut dengan pena dan informasi adalah jari-jemari Al-Khabir, Yang Maha Mengabarkan. Setelah itu saya mencoba menyayangi dinamika komunikasi masyarakat (Ar-Rahman), memperdalam cinta kemasyarakatan itu (Ar-Rahim), dan berikhtiar memelihara kejujuran serta kesucian setiap huruf yang saya ketik (Al-Quddus).


Sepotong Pengharapan

Saya ndak mau muluk-muluk. Kalau tulisan di gubuk ini ada manfaatnya, itu murni titipan dari Yang Maha Ia. Bagi saya, menjadi seperti ini bukan sekadar pekerjaan teknis. Ini adalah tugas untuk:

  • Menjaga Transparansi: Berkeliling ronda menyelamatkan silaturahmi informasi (As-Salam).
  • Mengamankan Informasi: Memastikan kebenaran tetap terjaga di tengah bisingnya dunia digital (Al-Mu’min).
  • Menjaga Nilai: Turut mengemban tugas menjaga keseimbangan nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan dalam kehidupan masyarakat (Al-Muhaimin).

Setiap narasi yang saya bangun adalah upaya untuk menggambar indahnya kehidupan dengan pena (Al-Mushawwir). Karena pada akhirnya, ada dan tiadatara peran Tuhan yang didelegasikan kepada mereka yang mau berkhidmat pada ilmu dan bahasa.

Salam sentosa wahai manusia,

Cirebon, 2026

Latest Posts